Bantuan Pemerintah untuk Petani: Muncul di Facebook, Benarkah?
Nah, pernahkah kamu melihat link pendaftaran bantuan alat pertanian dan pupuk yang menggiurkan beredar di Facebook? Tanggal 3 Desember 2025, sebuah postingan viral di akun Facebook tertentu menawarkan bantuan gratis dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan detail yang terkesan mudah. Tapi, apakah benar-benar ada bantuan seperti itu? Atau ini hanya penipuan yang mengiming-imingi keuntungan besar?
Penawaran Bantuan yang Menarik
Postingan tersebut menyebutkan bahwa bantuan alat pertanian dan pupuk siap pakai akan diberikan kepada petani atau kelompok tani. Ternyata, isi unggahan ini terdiri dari menu pendaftaran yang mengarah ke link berikut:
“https://daftarkansekarang.tijiini.com/?fbclid=IwY2xjawOh9l9leHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR7vOVHu25jMql27V1sKg2V3btIadddvhd_Q7A2apmr6yUIjSibiGy9NO_2u1w_aem_gMjAXDbB8NwLz_LbEEMuaw” >https://daftarkansekarang.tijiini.com/…
Yang menarik, tampilan link ini terlihat sangat profesional. Ini bisa membuat orang langsung percaya dan ingin segera mendaftar. Tapi, jangan terburu-buru ya! Ada hal yang perlu dicek lebih lanjut sebelum mengambil langkah serius.
“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 2025 untuk meningkatkan produksi pertanian.”
Kutipan ini dari Antara, jadi tidak perlu diragukan lagi. Tapi, menurut Cek Fakta Liputan6.com, link pendaftaran yang diberikan tidak benar. Apakah artinya bantuan ini tidak ada? Atau hanya cara pendaftarannya berbeda?
Konfirmasi Fakta: Cara Pendaftaran yang Resmi
Setelah penelusuran, terungkap bahwa bantuan alsintan dan pupuk memang ada, tapi cara pendaftarannya tidak melalui link di bio. Lalu benarkah klaim tersebut? Ternyata, Kementerian Pertanian tidak mengeluarkan bantuan pupuk siap pakai secara online lewat link itu. Jadi, ini adalah penipuan yang mengiming-imingi keuntungan cepat.
Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com mengungkapkan bahwa bantuan alat pertanian hanya bisa didapatkan melalui proposal. Petani atau kelompok tani harus membuat proposal pengajuan bantuan, kemudian mengirimkannya ke dinas pertanian kabupaten/kota. Prosesnya lebih manual, bukan langsung dari aplikasi.
“Kementan memberikan bantuan alsintan gratis, bila ada pungli segera laporkan.”
Kutipan ini juga dari Antara, tapi justru menjadi petunjuk bahwa ada mekanisme resmi. Kementan memang menyediakan bantuan, tetapi melalui proses yang terstruktur, bukan melalui link cepat yang menggoda. Jadi, kalau kamu terburu-buru klik link di bio, kamu bisa terjebak dalam skema yang tidak jelas.
Why Fact-Checking Tetap Penting di Tengah Masa Kini
Pada era informasi cepat seperti sekarang, hoaks bisa menyebar dengan mudah. Cek Fakta Liputan6.com menegaskan bahwa melawan hoaks adalah bagian dari melawan pembodohan. Sejak 2 Juli 2018, mereka menjadi anggota International Fact Checking Network (IFCN) dan partner Facebook, tetapi tetap independen. Ini adalah langkah penting untuk memastikan masyarakat tidak terjebak pada informasi yang salah.
Jadi, jangan biarkan keuntungan besar menggoda. Selalu tanyakan kebenaran informasi, terutama jika terkesan terlalu mudah. Kementan memang ingin mendorong pertanian, tapi mereka tidak menawarkan bantuan pupuk siap pakai melalui link online yang beredar di media sosial. Mendinginkan diri sejenak dan memverifikasi informasi bisa mencegah kamu kehilangan uang atau data pribadi.