Kisah Onad dan Kecelakaan yang Tiba-tiba Menghiasi Kariernya
Beberapa hari lalu, dunia hiburan kembali bergetar karena keterlibatan Onadio Leonardo, lebih dikenal dengan nama panggung Onad, dalam kasus narkoba. Artis yang dikenal dengan wajah ramah dan aura positif ini tiba-tiba menjadi sorotan setelah ditangkap polisi, membuat banyak orang bertanya: *Apakah seorang bintang film yang selama ini dikenal sebagai teladan kehidupan justru terjebak dalam tindakan yang bisa merusak reputasinya?*
Penangkapan yang Dimulai dari Seorang Pria di Sunter
Kasus ini berawal dari penangkapan seorang pria berinisial KR di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Rabu (29/10). Pria itu dinyatakan sebagai pengedar narkotika yang memberikan barang bukti kepada OL—yang ternyata adalah Onad. Polisi menyebut bahwa KR memainkan peran penting sebagai
“orang yang kasih barang narkotika ke OL,”
sebelum akhirnya mengembangkan kasus hingga menangkap Onad dan istrinya, Beby Prisillia, di rumah mereka di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
“Inisial KR, itu diamankan di Sunter. Perannya sebagai orang yang kasih barang narkotika ke OL,”
ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu, Minggu (2/11/2025).
“
Yang menarik, penangkapan Onad bukan berlangsung dramatis, melainkan dengan situasi yang terlihat biasa saja. Saat diamankan, si OL sedang menjalani aktivitas sehari-hari, bahkan istrinya ikut diamankan tanpa ada tanda-tanda kekacauan. Namun, dari tangan KR, polisi menemukan barang bukti yang bisa mengubah nasib Onad: sabu dan ekstasi dalam plastik klip, serta alat hisap dan korek api modifikasi. Ini seperti kisah kecil tentang bagaimana kejahatan bisa terungkap dari tindakan sepele.
Hasil Tes Urine: Onad Positif, Istrinya Negatif
Setelah menangkap Onad dan Beby, polisi langsung melakukan tes urine untuk memastikan status mereka. Hasilnya, Onad terbukti positif mengonsumsi ganja dan ekstasi, sementara sang istri dinyatakan negatif. Keputusan ini memicu pertanyaan: *Apakah Onad memang korban atau justru menyembunyikan kebiasaannya?*
“
Hasil cek urine, istrinya negatif, makanya dipulangkan,
” jelas Wisnu.
Komentar dari AKP Wisnu ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian belum sepenuhnya memutuskan status hukum Onad. Meski hasil tes menunjukkan kecanduan, polisi mengungkap bahwa ia masih dalam proses pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Artinya, kisah ini belum berakhir, dan Onad masih punya kesempatan untuk menjelaskan segala yang terjadi.
Status Hukum Masih Tertutup, Tapi Pesan Penyesalan Terdengar Jelas
Usai menjalani pemeriksaan, Onad menunjukkan sikap penyesalan yang terasa nyata. Dalam sesi wawancara, ia hanya mengatakan, “
Mohon doanya,
” sebelum dibawa masuk oleh petugas. Suara ringan itu mungkin terdengar seperti pesan kecil dari hati yang sedang berjuang menghadapi kegagalan karier. Polisi menyatakan pemeriksaan masih berlangsung, dan motif penggunaan narkoba Onad juga belum terungkap secara jelas.
“
Kalau menurut keterangan awal yang saya dapat, jadi si OL ini adalah korban dari narkotika,” ujar Wisnu.
Dengan pesan penyesalan ini, kisah Onad mulai terlihat lebih kompleks. Bukan hanya soal kesalahan individu, tapi juga tentang bagaimana tekanan hidup, kurangnya pengawasan, atau bahkan kebiasaan yang terbawa sejak lama bisa memicu keterlibatan dalam kasus narkoba. Siapa pun yang mengetahui cerita lengkapnya, mungkin akan menyadari bahwa di balik keterlibatan ini, ada kisah perjuangan yang belum terungkap. Tapi, satu hal jelas: kehidupan Onad kini berubah, dan dunia menunggu akhir dari cerita ini.