detiknews
detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Kekhawatiran Mualem Korban Bencana Mati Kelaparan di Daerah Terisolir
Berita

Kekhawatiran Mualem Korban Bencana Mati Kelaparan di Daerah Terisolir

admin Reporter Tuesday, 09 December 2025 pukul 02:03 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Bencana Alam yang Mengguncang Aceh: Gubernur Mualem Bagikan Kisah Kegigihan dan Penyesalan

Ada satu kejadian yang tak terlupakan dalam sejarah Aceh—bencana alam yang datang tak terduga, menghancurkan rumah-rumah, jalan-jalan, dan bahkan kehidupan masyarakat. Nah, dalam upaya mengatasi kekacauan ini, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menjadi tokoh yang paling sibuk mengambil inisiatif. Tapi, di balik upaya cepat dan gigih, ada kekhawatiran yang menyala-nyala—bahkan, seperti asap dari api yang tak pernah padam.

Kelaparan, Bukan Banjir, yang Jadi Penyebab Utama Kematian

Setelah banjir mengguncang Aceh beberapa hari lalu, Mualem mulai merenung. Dia menyadari bahwa jumlah korban jiwa bukan hanya karena air deras, tapi juga karena keterbatasan akses.

“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan,”

katanya kepada wartawan, Sabtu (6/12). Bukan banjir yang menjadi penyebab utama, tapi kelaparan. Dan itu, menurutnya, mengkhawatirkan.

“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan, itu saja,”

Penuturan Mualem mengingatkan kita betapa rumitnya situasi di daerah terisolir. Pasokan sembako dan air bersih jadi satu-satunya penyelamat. Namun, jalan darat yang hancur membuat logistik harus ditransportasi melalui perahu karet.

“Masyarakat sangat membutuhkan sembako terutama di pedalaman belum terjamah,”

tambahnya. Ini bukan hanya masalah distribusi bantuan, tapi juga tantangan psikologis yang menggantung rasa harapan masyarakat.

Empat Daerah Terparah: Kekacauan yang Terus Berlanjut

Dalam evaluasi, Mualem menyebutkan Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen menjadi lokasi terparah.

“Itu yang paling kita sesali lah,”

katanya. Selama ini, Aceh mungkin terbiasa dengan guncangan alam, tapi kali ini, skala kerusakan terasa lebih dalam. Banyak kampung dan kecamatan yang kini hanya tinggal nama. Bagaimana mungkin mereka bisa bangkit, jika kehidupan mereka tiba-tiba terkubur dalam tanah?

“Weuh hate (sedih sekali) dan juga dengan rasa waswas kalau kita lihat beberapa kabupaten urgen sekali, parah sekali, lebih banyak korban jiwa,”

Kata-kata Mualem mencerminkan kerisauan mendalam. Ia mengakui bahwa bencana ini tidak hanya menghancurkan fisik, tapi juga menggores hati. Meski tak bisa mengubah nasib, Mualem percaya bahwa setiap bencana membawa hikmah.

“Setiap bencana ada hikmahnya,”

katanya. Tapi, hikmah apa yang bisa ia ambil, saat melihat derita yang tak terduga?

Menyamai Tsunami 2004: Keteguhan dan Kejutan

Saat melihat kehancuran di daerah terdampak, Mualem merasa seperti mengingat kembali tsunami 21 tahun lalu.

“Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua,”

ujarnya. Kata-kata itu mungkin sengaja diucapkan untuk menggambarkan betapa besar kerusakan yang terjadi. Aceh Tamiang, yang menjadi kota terparah, hancur habis—dari atas sampai bawah, hingga jalan-jalan seolah berakhir di laut.

“Aceh Tamiang hancur habis, atas sampai bawah sampai jalan sampai ke laut habis semuanya,”

katanya. Masa depan kampung-kampung di sana terasa samar, seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir.

Menurut Mualem, bencana alam ini memberi kesempatan bagi semua pihak untuk bergerak. Kepala desa, perusahaan, dan lembaga swadaya harus bekerja ekstra. Tapi, apakah upaya ini cukup untuk mengembalikan kehidupan yang hampir lenyap? Saat ini, justru kepedulian kita yang akan menjadi cerminan bagaimana Aceh bisa bangkit dari keterpurukan.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.