detiknews
detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Menghadapi Tantangan: Gubernur Aceh Mualem: Banjir dan Longsor Ini …
Berita

Menghadapi Tantangan: Gubernur Aceh Mualem: Banjir dan Longsor Ini …

admin Reporter Friday, 05 December 2025 pukul 02:03 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Benarkah Banjir dan Longsor Aceh Menjadi ‘Tsunami Kedua’?**

Nah, siapa sangka banjir dan longsor yang melanda Aceh akhir-akhir ini bisa dibilang seperti ‘tsunami kedua’ dalam perjalanan sejarah daerah itu? Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, baru saja meninjau daerah terparah yang kewalahan karena bencana alam ini. Dari kejauhan, air menggenang menghiasi jalan-jalan yang biasanya sepi, sementara rumah-rumah masyarakat terbawa derasnya aliran sungai. Kondisi yang memprihatinkan ini mengingatkan kita pada bencana besar tahun 2004 lalu, saat tsunami menghancurkan kota-kota di Aceh, menggugah kenangan akan kekuatan alam yang tak terduga.

Bencana di 18 Kabupaten: Kewalahan yang Tak Pernah Berakhir

Menurut Mualem, banjir ini menyerang hampir seluruh wilayah Aceh—18 kabupaten dan kota terkena dampaknya. Daerah terparah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, terlihat hampir lengang dari warga yang berlarian menghindari bahaya. Ada yang terjebak di perahu kecil, ada yang membangun tenda darurat, dan yang paling tragis, ada warga yang kehilangan barang-barang berharga dalam sekejap. Tapi, dalam kekacauan ini, Mualem tetap optimis. Ia menegaskan bahwa rakyat Aceh harus tabah, karena ini adalah ujian berat yang harus mereka hadapi bersama.

“Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua,”

kata Mualem dilansir detikSumut, Jumat (5/12/2025).

Kata-kata itu seperti menjadi pukulan hati, membangkitkan perasaan bahwa Aceh tengah menghadapi situasi krisis yang tak kalah mengancam. Meski tak sehebat tsunami, banjir dan longsor ini juga membawa kerusakan yang serupa, menghancurkan infrastruktur dan kehidupan sehari-hari. Mualem pun berharap masyarakat bisa bersabar menghadapi situasi ini, karena setiap langkah penanganan butuh waktu dan koordinasi yang terus-menerus. Tapi, apakah kita benar-benar siap menghadapi ‘tsunami kedua’ yang terjadi di daratan, bukan di laut?

Bantuan Darurat: 30 Ton Sembako dari Medan untuk Aceh Tamiang

Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Mualem menyampaikan harapan lewat bantuan yang diberikan. Ia menyerahkan 30 ton bantuan sembako yang disumbangkan warga Medan, Sumatera Utara. Paket ini berisi air minum, beras, mi instan, biskuit, telur, dan obat-obatan. Tapi, untuk saat ini, kebutuhan paling mendesak masih terlantar.

“Alhamdulillah, hari ini kita penuhi kebutuhan sembako. Kita masih kewalahan soal air bersih dan tabung elpiji,”

ujarnya.

Kutipan tersebut menggambarkan kondisi yang sangat kritis. Meski bantuan sembako telah tiba, pasokan air bersih dan gas LPG masih terbatas, menyisakan kekhawatiran akan ketersediaan bahan pokok di masa depan. Masyarakat terus berharap pemerintah bisa segera mengatasi masalah ini, karena tanpa air dan gas, kehidupan sehari-hari akan menjadi tantangan yang sangat berat. Tapi, dari situasi ini, kita juga bisa belajar bahwa Aceh selalu siap menghadapi segala jenis ujian—baik yang datang dari laut maupun daratan.

Kendala Evakuasi: Akses dan Komunikasi yang Terputus

Evakuasi dari daerah terdampak banjir dan longsor juga terhambat karena kondisi jalan yang rusak dan gangguan komunikasi. Masyarakat terjebak di lokasi terpencil, mengharapkan bantuan yang datang dari jarak jauh. Kondisi ini membuat Mualem mengingatkan kembali pentingnya kerja sama antarwilayah dalam bencana alam.

“Dalam beberapa hari ke depan, kita akan menyusul dan benahi lokasi-lokasi yang terdampak,”

jelasnya.

Yang menarik, kesabaran masyarakat Aceh menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi krisis ini. Meski bencana mengguncang, mereka tetap berupaya membangun kembali rumah dan hidup. Banjir dan longsor ini bukan hanya ujian bagi alam, tapi juga ujian bagi semangat manusia. Mungkin, dengan kekompakan dan kerja keras, Aceh bisa melewati ‘tsunami kedua’ ini seperti melalui masa-masa sulit sebelumnya.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.