detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Momen Bersejarah: Trump Kembali Serang Cawalkot Muslim New York
Berita

Momen Bersejarah: Trump Kembali Serang Cawalkot Muslim New York

admin Reporter Friday, 07 November 2025 pukul 02:10 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Presiden AS Donald Trump Kembali Serang Calon Wali Kota Muslim Pertama, Zohran Mamdani

Ternyata, persaingan pemilihan wali kota New York tak hanya tentang kebijakan, tapi juga identitas. Seorang kandidat muslim pertama, Zohran Mamdani, justru jadi target serangan tajam dari Donald Trump.

“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku membenci Yahudi, adalah orang bodoh!!!”

tulis Trump di media sosialnya, seperti dilansir AFP. Kalimat itu seolah menggambarkan ketakutan besar Trump terhadap kemenangan Mamdani, yang mungkin akan mengubah dinamika politik kota besar itu. Tapi, apakah kekhawatiran itu benar-benar berdasar, atau hanya isu yang diproduksi untuk memengaruhi suara pemilih?

Janji Mamdani: Mengubah New York dari Bawah

Usia 34 tahun, Zohran Mamdani tampil sebagai simbol harapan bagi warga miskin dan generasi muda New York. Ia berjanji untuk memangkas ketimpangan dengan memperkenalkan kebijakan seperti kenaikan pajak bagi orang-orang terkaya, pembekuan tarif sewa apartemen stabil, dan peningkatan subsidi perumahan publik. Janji itu jelas menarik perhatian para pemilih yang merasa diabaikan oleh pemerintahan sebelumnya. Tapi, dengan serangan dari Trump yang terus berdatangan, apakah Mamdani mampu bertahan di tengah tekanan politik yang memanas?

“Sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbang dana federal, selain dari jumlah minimum yang diwajibkan,”

Kata-kata Trump itu seolah menunjukkan taktik politik yang menekankan kepentingan finansial. Ia mengancam akan memotong anggaran federal ke New York jika Mamdani menang, dengan alasan utama bahwa calon ini dianggap

“membenci Yahudi”

dan terlalu kiri. Tapi, apakah ancaman ini hanya trik retorika, atau benar-benar bisa memengaruhi hasil pemilihan? Menariknya, Mamdani sudah mengejutkan banyak orang dengan kemenangan meyakinkan dalam pemilihan pendahuluan pada 24 Juni, yang menunjukkan bahwa ia punya daya tarik yang cukup kuat.

Populisme vs. Sosialisme: Konflik Ideologi yang Membakar Kota

Sejak awal kampanye, Partai Republik telah menyerang Mamdani dengan menyebutnya sebagai

“komunis”

dan

“sosialis demokrat”

. Hal ini memicu perdebatan luas, terutama dalam konteks kebijakan ekonomi yang diusungnya. Mamdani, yang merupakan anggota majelis negara bagian, memang punya latar belakang yang berbeda dari kebanyakan kandidat kota besar—ia lahir di Uganda dan memiliki pengalaman kerja di bidang keadilan sosial. Tapi, dengan Trump memperkuat narasi anti-Islam dan anti-sosialisme, apakah Mamdani bisa bertahan di tengah gelombang desakan yang semakin keras?

Kebijakan Mamdani, meski progresif, justru memberi risiko dan peluang besar bagi Partai Demokrat. Sebagai calon yang mewakili keterbukaan, ia bisa menjadi penjembatannya antara komunitas miskin dan kelompok-kelompok yang kritis terhadap pendudukan Israel. Namun, Partai Demokrat tetap waspada karena kekhawatiran dari kalangan keuangan New York terhadap kemungkinan kenaikan pajak yang diusung Mamdani. Tapi, apakah ketakutan tersebut akan mengalahkan harapan rakyat yang ingin perubahan?

Angin Perubahan atau Badai Politik?

Pilwalkot New York memanas, dengan Trump dan pendukungnya tak henti menyerang Mamdani. Sejumlah loyalis Trump bahkan meminta calon ini dideportasi, menunjukkan tingkat emosi yang memuncak. Tapi, sementara itu, Mamdani tetap berusaha membangun koneksi dengan pemilih pemula dan kelompok minoritas. Bagaimana caranya? Dengan fokus pada isu-isu lokal seperti kebutuhan rumah dan pengangguran, Mamdani berharap bisa mengalihkan perhatian dari perdebatan ideologis yang semakin menyengat.

Yang menarik, Mamdani seolah menggambarkan masa depan politik AS yang lebih inklusif. Seorang muslim dari luar negeri bisa menjadi wali kota, menandakan bahwa identitas politik tidak lagi terbatas pada garis etnis atau agama. Tapi, apakah kemenangan Mamdani akan menjadi awal dari pergeseran kekuasaan, atau justru memperkuat dominasi Partai Republik di tingkat lokal? Itu adalah pertanyaan besar yang bakal menghangatkan debat selama beberapa hari ke depan.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.