detiknews
detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Pengumuman Resmi: Daftar Kelalaian Bos Terra Drone Berujung Petaka …
Berita

Pengumuman Resmi: Daftar Kelalaian Bos Terra Drone Berujung Petaka …

admin Reporter Saturday, 13 December 2025 pukul 02:05 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Malam yang Gelap: Kebakaran Maut di Gedung Terra Drone

Malam itu, Jakarta Pusat berdebar dalam kepanikan. Tepat pada Selasa (9/12) siang, seorang warga menemukan asap memancar dari gedung Terra Drone, sebuah bangunan di kawasan Jakarta Pusat. Tapi, kejadian yang awalnya dianggap kecil malah berujung pada bencana yang menggerus 22 nyawa—15 perempuan dan 7 laki-laki—yang terjebak di lantai atas. Mereka tak sempat melarikan diri karena jalur evakuasi sempit, asap menggerogoti kaki, dan kekacauan yang melanda. Nah, siapa yang menjadi pelaku di balik kejadian maut ini? Jawabannya ternyata mengejutkan: sosok yang bertanggung jawab atas manajemen perusahaan, Michael Wisnu Wardhana.

Kelalaian yang Tidak Terduga

Bukan sekadar kebetulan, kebakaran ini terbongkar dari kesalahan manajemen yang terstruktur. Polisi menemukan bukti bahwa Michael dinilai lalai dalam menjamin keselamatan di gedung tersebut. Dalam jumpa pers, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa ada kelalaian saudara tersangka.

“Ada kelalaian saudara tersangka,”

kata dia. Lalu, pertanyaan muncul: bagaimana seorang direktur utama bisa sampai melupakan aturan dasar keselamatan?

“Tidak membuat atau memastikan adanya SOP penyimpanan baterai berbahaya. Tidak menunjuk petugas K3 dan tidak melakukan pelatihan keselamatan,”

Kutipan itu seperti alarm bagi para pengelola perusahaan. Gedung yang seharusnya menjadi tempat perkantoran justru dijadikan gudang, sementara bahan mudah terbakar disimpan dalam ruangan sempit 2×2 meter tanpa ventilasi. Kombes Susatyo melanjutkan:

“Ruangan penyimpanan sempit 2×2 meter tanpa ventilasi, tanpa fireproofing. Kemudian, genset dengan potensi panas berada di area yang sama.”

Tidak hanya itu, juga tidak ada sistem proteksi kebakaran dan jalur evakuasi yang jelas. Kesalahan kecil bisa jadi maut besar, jika tak dijaga dengan baik.

Kebakaran yang Tak Terduga, Tapi Terencana

Kebakaran di Terra Drone bukanlah kejadian spontan. Polisi mengungkap bahwa api bermula dari penyimpanan baterai drone yang tidak diatur dengan baik.

“Tidak menyediakan pintu darurat dan sistem keselamatan bangunan. Tidak memastikan jalur evakuasi berfungsi,”

imbuh Kapolres. Fakta ini memicu pertanyaan retoris: bagaimana seorang direktur utama bisa melewatkan hal-hal kritis seperti itu? Konsekuensinya, sebuah kejutan besar yang menembus keheningan siang hari.

“Tidak ada pintu darurat, tidak ada sensor asap, tidak ada sistem proteksi kebakaran, tidak ada jalur evakuasi, gedung memiliki IMB (izin mendirikan bangunan) dan SLF (sertifikat laik fungsi) untuk perkantoran namun digunakan juga sebagai tempat penyimpanan atau gudang,”

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menambahkan bahwa salah satu karyawan harus berjalan dari lantai ke lantai untuk mengumumkan kebakaran.

“Alarm kebakaran juga berdasarkan keterangan saksi tidak ada. Jadi, itu yang tahu kebakaran karena ketika sudah terbakar di bawah, ada yang lari ke atas sambil memberi tahu bahwa ada kebakaran,”

katanya. Kebakaran yang terjadi di gedung ini seperti sebuah tragedi yang terencana—dari penyimpanan baterai hingga penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan peruntukan. Kini, Michael Wisnu Wardhana terancam penjara seumur hidup. Tapi, apakah ini cukup untuk menghukum kesalahan yang terjadi?

Kesimpulan: Kecelakaan yang Menyala

Kebakaran Terra Drone bukan hanya soal kebetulan, tapi juga kegagalan sistem manajemen yang kritis. Dari SOP penyimpanan baterai hingga proteksi kebakaran, semua tali yang menggantung di atas kepalanya. Pernyataan polisi mengingatkan kita bahwa kecelakaan besar bisa terjadi dari kesalahan yang terlihat kecil—terutama jika dianggap remeh oleh pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Nah, pertanyaannya adalah: apakah kita siap mengambil pelajaran dari tragedi ini, atau hanya terpaku pada penyebab utama tanpa melihat akar masalahnya?

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.