detiknews
detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Rencana Khusus: 2 Anabul Dievakuasi Usai Terjebak 4 Hari Akibat Eru…
Berita

Rencana Khusus: 2 Anabul Dievakuasi Usai Terjebak 4 Hari Akibat Eru…

admin Reporter Monday, 24 November 2025 pukul 02:00 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Malam Penuh Ketakutan: Kisah Kucing yang Dievakuasi Saat Erupsi Semeru Menghiasi Lumajang

Saat erupsi Gunung Semeru menghantam Desa Supiturang, Lumajang, pada 19 November lalu, keheningan malam yang biasanya penuh dengan suara burung dan angin jadi diisi oleh suara letusan yang mengguncang. Nah, di tengah kerusakan dan ketakutan warga, ada cerita kecil yang menghangatkan hati: dua ekor kucing peliharaan yang tak sengaja menjadi korban bencana, lalu dievakuasi oleh relawan yang tak tega melihat mereka terlantar. Apa yang terjadi di balik peristiwa itu? Dan bagaimana seorang relawan bercerita tentang pengalaman uniknya?

Di Balik Debu: Dua Ekor Kucing yang Terselamatkan

Bukan hanya rumah dan tanah yang terkena dampak erupsi, tapi juga kehidupan makhluk-makhluk kecil yang tak terlihat oleh mata. Dalam kawasan dusun Sumbersari, relawan dari Laskar Semeru menemukan dua ekor kucing yang bersembunyi di kolong lemari. Mereka terlihat lemah, matanya menghijau karena kelelahan, dan tubuhnya berdebu. Kucing-kucing itu, yang dikenal sebagai ‘anak bulu’ atau anabul, seolah meminta bantuan dengan pandangan penuh harap. Yang menarik, seorang relawan bernama Paiman tak bisa berdiri diam. Ia menggambarkan betapa menegangkan situasi saat itu: debu vulkanik yang menggumpal, suara letusan yang menggema, dan kekhawatiran akan kelaparan. Dalam kondisi sepi yang terganggu, ia memutuskan membawa kucing-kucing itu ke tempat aman.

“Saya melihat kucing di lokasi erupsi sehingga saya kasihan sekali. Daripada di sini kucingnya, khawatir kelaparan dan mati, sehingga saya bawa,”

ujar Paiman, dilansir detikJatim, Minggu (23/11/2025).

Penjelasan dari Paiman mengingatkan kita betapa kecilnya tindakan manusia bisa memberikan dampak besar. Dalam situasi krisis, kepedulian terhadap makhluk tak berdaya seperti hewan menjadi cerminan dari empati masyarakat. Dua ekor kucing itu, yang sebelumnya mungkin tinggal rindang di rumah warga, kini terpaksa menjadi pengungsi. Namun, ada keberanian di balik ketakutan: para relawan tak hanya menyelamatkan hewan, tapi juga mencoba mengembalikan kehidupan mereka ke jalur normal. Kucing-kucing itu dipercayakan ke posko pengungsian sementara, tempat mereka bisa menemukan makanan dan tempat berlindung. Warga yang mengenali hewan peliharaan diberi kesempatan mengambil kembali sahabat mereka ketika situasi kembali stabil.

Perjalanan Kecil yang Menggambarkan Bumi yang Tersakiti

Erupsi Semeru bukan hanya menghancurkan bangunan, tapi juga mengguncang kebiasaan sehari-hari. Bagi warga Desa Supiturang, malam-malam yang sebelumnya dihabiskan dengan nyaman jadi berubah menjadi waktu ketakutan. Kucing-kucing yang biasanya melompat di atap, bermain di teras, atau menyusui kucing kecil kini terjebak dalam debu dan kegelapan. Yang lebih tragis, ke-2 ekor kucing itu ditemukan dalam kondisi lemah karena sudah 4 hari tak ada makanan di sekitarnya. Paiman mengatakan, mereka mungkin terlantar sejak hari pertama erupsi, dan kekacauan bencana membuat mereka tak bisa bersembunyi lagi.

“Kucing itu tidak hanya lapar, tapi juga stres. Suara letusan dan debu membuat mereka berpindah-pindah, seperti mencari tempat aman,”

tambahnya.

Kisah dua ekor kucing ini jadi pengingat betapa erupsi bukan hanya tentang kerusakan fisik, tapi juga tentang bagaimana bumi bisa mengubah kehidupan manusia dan hewan secara mendadak. Dalam situasi seperti ini, kepedulian dan kerja sama antar warga serta relawan menjadi penyeimbang ketakutan. Jika kita bisa menyelamatkan dua ekor kucing dari kegelapan, bayangkan betapa banyak kehidupan yang juga berjuang untuk bertahan. Erupsi Semeru menjadi pengingat bahwa di balik kehancuran, ada kekuatan manusia untuk membangun kembali, mulai dari hal-hal kecil seperti memberi makanan kepada sahabat peliharaan. Itulah yang membuat kisah ini tak hanya tentang bencana, tapi juga tentang semangat kehidupan yang tak pernah padam.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.