detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Rencana Khusus: 4 Hal soal MBG Tetap Berjalan Meski Siswa Sekolah L…
Berita

Rencana Khusus: 4 Hal soal MBG Tetap Berjalan Meski Siswa Sekolah L…

admin Reporter Tuesday, 23 December 2025 pukul 02:02 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Libur Semester Ganjil Desember 2025: Bagaimana MBG Tetap Tersaji Meski Sekolah Diliburkan?

Libur semester ganjil Desember 2025 telah tiba, tapi bagaimana nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi andalan para siswa? Sejumlah sekolah di Indonesia memutuskan untuk memberi libur, tapi program ini ternyata tak berhenti. Justru, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa MBG tetap dijalankan demi menjaga kesehatan anak-anak di masa libur. Tapi, ada cerita menarik di baliknya: beberapa SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mengalami kendala karena dana belum cair. Lantas, bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?

MBG untuk 3B: Tidak Berhenti Meski Libur

Meski libur, MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berjalan seperti biasa. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa pendistribusian untuk kelompok 3B ini tidak terganggu, bahkan dijaga agar tetap konsisten.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa,”

ujar Dadan saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025). Konsep ini jelas memberi kepastian, karena kebutuhan gizi mereka lebih kritis. Tapi, apa benar semua SPPG siap menjaga program ini?

“Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,”

ujar Dadan.

Dadan mengungkapkan bahwa selama libur, siswa bisa mengambil MBG ke sekolah, meski ada beberapa SPPG yang memilih menyesuaikan menu menjadi bahan kering. Ini bisa jadi solusi sementara untuk memudahkan distribusi di masa libur. Tapi, ada juga kisah keluarga di Bojonegoro yang belum bisa menikmati MBG karena dana belum cair. Apa yang terjadi di sana?

Dana Belum Cair, 14 SPPG di Bojonegoro Tak Salurkan MBG Sejak Awal Desember

Di Bojonegoro, sejumlah SPPG masih mengalami hambatan karena dana MBG belum sampai. Sejak awal Desember 2025, 14 titik distribusi di sana terpaksa menunda pemberian makanan bergizi. Tapi, Dadan Hindayana memberi jaminan bahwa program ini tetap diusahakan agar tidak terganggu.

“Prinsipnya kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,”

tambah Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN.

MBG di Libur: Menu Siap Saji untuk Awal Masa Libur

Untuk mengatasi kekhawatiran tentang keberlanjutan MBG selama libur, BGN menyediakan menu siap santap sebagai solusi sementara. Awal libur sekolah, siswa bisa mengambil makanan seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng. Dadan menjelaskan bahwa menu ini berjalan maksimal 4 hari, sebagai upaya untuk memastikan anak-anak tetap terpenuhi kebutuhan gizinya.

“Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng,”

kata Dadan.

Cerita Tersembunyi di Balik MBG: Kekuatan Keterlibatan Orang Tua

Menariknya, BGN juga memperbolehkan orang tua siswa untuk mengambil menu MBG ke sekolah. Ini menjadi strategi penting, terutama bagi keluarga yang mungkin kesulitan mengantarkan anak ke SPPG.

“Orang tuanya boleh yang ambil, kan sudah ditempatkan di tas,”

ujar Nanik. Kebijakan ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga melibatkan peran orang tua. Tapi, bagaimana keberlanjutan program ini bisa dipastikan?

Dengan adanya adaptasi menu dan kolaborasi antara BGN serta SPPG, program MBG tetap bisa berjalan meski di tengah libur semester. Fakta bahwa menu kacang dan keripik tempe di Ciseeng, Bogor jadi sorotan media menunjukkan bahwa inovasi pun diperlukan untuk memastikan kepuasan masyarakat. MBG bukan sekadar makanan, tapi juga cerminan komitmen pemerintah dan lembaga terkait dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. Di masa depan, bagaimana kita bisa memastikan program ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang?

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.