detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Strategi Penting: Kumpulan Hoaks Seputar Bantuan Ikan dari Pemerint…
Berita

Strategi Penting: Kumpulan Hoaks Seputar Bantuan Ikan dari Pemerint…

admin Reporter Sunday, 21 December 2025 pukul 02:02 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Kisah Hoaks Bantuan Bibit Ikan: Saat Masyarakat Terjebak dalam Harapan Gratis?

Apa jadanya jika ada informasi bantuan bibit ikan gratis yang bisa membuat masyarakat langsung antusias mendaftar? Nah, di tengah upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan, beberapa akun media sosial mulai menggerakkan penipuan yang disamaratakan sebagai program resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Jika tidak cepat waspada, ada kemungkinan Anda justru memberikan data pribadi kepada pelaku hoaks yang menunggu kesempatan untuk menguras kepercayaan publik.

Hoaks Pertama: Link Pendaftaran yang

“Menawarkan Segalanya”

Klaim tentang program bantuan bibit ikan gratis mulai viral di Facebook pada 17 Desember 2025. Tautan yang disebarkan mengaku menawarkan keuntungan besar bagi petani, mulai dari bibit ikan hingga bimbingan teknis. Tapi, apakah benar-benar semua itu gratis? Yang menarik, poster yang disematkan dalam unggahan berisi narasi yang menggiurkan:

“Dapatkan Bibit Ikan Gratis Untuk Budidaya & Ketahanan Pangan!”

dengan poin-poin seperti meningkatkan ekonomi keluarga dan memperkuat gizi masyarakat.

“Program ini terbuka untuk warga yang serius ingin berusaha dan berkembang. Ayo daftar sekarang dan jadilah bagian dari perubahan!”

Ternyata, tautan tersebut mengarah pada halaman website yang meminta data pribadi seperti nama provinsi dan nomor Telegram aktif. Tidak ada penjelasan jelas tentang program bantuan, justru ada permintaan untuk memberikan informasi sensitif. Dengan kata lain, siapa pun yang terburu-buru mendaftar tanpa memverifikasi bisa jadi menjadi korban eksplorasi data oleh pelaku penipuan. Jadi, beri kita waktu sejenak untuk memahami detailnya—dan jangan langsung terbawa emosi.

Hoaks Kedua:

“Program Pemerintah”

yang Ternyata Tidak Terkait

Hoaks kedua pun muncul di tengah bulan November 2025, dengan klaim bahwa bantuan budidaya ikan air tawar bisa mengurangi angka kemiskinan. Poster yang menemani unggahan ini menggunakan narasi yang menarik:

“Program Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar oleh Pemerintah!”

dengan janji dukungan penuh mulai dari bibit, pakan, hingga bimbingan teknis. Tapi, apakah program ini benar-benar resmi?

“Program PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2025. Bertujuan meningkatkan Kesejatraan Masyarakat dan meningkatkan hasil Panen terutama pada bidang Perikanan kami Mengajak seluruh Masyarakat untuk bekerjasama demi kemajuan Negara kita serta mengurangi angka kemiskinan melalui bidang Perikanan INDONESIA BISA IND.”

Ternyata, link yang disematkan dalam bio profil akun tersebut mengarah ke situs dengan alamat domain unik:

“https://bantuan-budidayak1.infoku.blog/”

>https://bantuan-budidayak1.infoku.blog/. Meski poster terlihat serius, konten di belakangnya justru menggoda dengan janji janji

“gratis”

yang bisa membuat masyarakat berbondong-bondong mendaftar. Ini menjadi cerminan bagaimana penipuan bisa memanfaatkan kebutuhan ekonomi masyarakat yang sedang kritis.

Cerita di Balik Hoaks: Kenapa Ini Terjadi?

Bukan hanya KKP yang menjadi korban penipuan, tetapi berbagai lembaga pemerintah sering menjadi sasaran utama. Masyarakat terkadang mudah percaya karena janji bantuan yang menjanjikan—terutama saat kebutuhan seperti makanan atau penghasilan sedang menunggu solusi. Tapi, ada kiat kecil untuk menghindari terjebak: selalu cek sumber, bandingkan dengan informasi resmi di situs kemenperikan atau akun resmi KKP, dan jangan segera klik tautan tanpa memahami isi kontennya.

Konteksnya jelas: saat pemerintah sedang giat membangun ketahanan pangan, penipuan seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk mengakses data masyarakat. Dengan memanfaatkan nama resmi KKP, pelaku hoaks menampilkan kesan lebih akibatnya. Jadi, jangan kaget jika ada upaya serupa di masa depan—kuncinya tetap satu: kehati-hatian dan verifikasi yang teliti.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.