Di Tengah Asap dan Kekacauan, Dua Kerangka Manusia Terkuak di Kwitang
Nah, Jakarta Pusat kembali jadi sorotan setelah dua kerangka manusia terbakar ditemukan di sebuah gedung tua di Kwitang. Kisah ini mengemuka setelah seorang pekerja renovasi terkejut menemukan sesuatu yang tak terduga di bawah plafon gedung yang sudah lama ditinggalkan. Tak hanya menggusur riwayat bangunan, penemuan ini juga mengguncang keluarga yang kehilangan anaknya — kini mereka harus memasukkan DNA ke dalam jadwal prioritas untuk mengecek kemungkinan keterkaitan.
Kebakaran yang Menyembunyikan Misteri
Tanggal 30 Oktober lalu, seorang saksi yang sedang mempersiapkan renovasi di gedung ACC Kwitang, Senen, terkejut saat menemukan dua kerangka manusia. Dua tulang belulang itu berada dalam kondisi hangus terbakar, hingga tak bisa dienali bentuknya.
“Kami menemukan dua kerangka yang tertimbun plafon setelah melakukan olah TKP,”
kata Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat. Penemuan ini mengingatkan kita pada peristiwa memilukan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.
“Dari tim teknis, ditemukan dua kerangka manusia yang tertimbun plafon yang terbakar,”
ujar Susatyo saat diwawancara wartawan.
Yang menarik, kebakaran ini terjadi pada 29 Agustus lalu, tepat di tengah kericuhan yang mengguncang Jakarta. Kombes Susatyo mengungkapkan, gedung itu diduga terbakar saat aksi perusuh berlangsung. Sejumlah fasilitas umum bahkan rusak hingga dibakar, dan polisi sudah menangkap beberapa tersangka. Tapi, kini misteri mengenai dua korban yang belum ditemukan masih menggantung.
Keluarga Kesulitan, DNA Menjadi Penyelamat
Keluarga yang melaporkan kehilangan anaknya ke KontraS memang sedang berjuang mengungkap keberadaan anggota keluarga mereka. Dengan melakukan tes DNA, mereka berharap bisa membuktikan apakah dua kerangka manusia itu benar-benar milik anak mereka yang hilang.
“Kedua kerangka sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi,”
tambah AKBP Roby Saputra, Kasat Reskrim Polres Jakpus. Teknologi ini menjadi harapan terakhir bagi mereka.
“(Laporan orang hilang) kalau ke Polres belum. Tapi kan kemarin ada yang lapor kehilangan KontraS itu, mungkin akan dicocokkin,”
kata AKBP Roby Saputra kepada wartawan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan, dua orang yang dilaporkan hilang oleh KontraS masih menjadi fokus pencarian. Mereka adalah M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo. Dua nama yang jadi bagian dari cerita tragis di Kwitang. Dengan data laporan yang tersedia, polisi berharap bisa menghubungkan antara kehilangan orang dan keberadaan kerangka yang ditemukan. Ini bisa menjadi bukti langsung bahwa kericuhan Agustus lalu menimbulkan korban yang belum ditemukan.
Konteks yang Tak Bisa Dihalangi
Kericuhan pada akhir Agustus lalu memang mengubah wajah Kwitang. Ribuan orang terlibat dalam aksi pembakaran, perusakan, hingga penghasutan. Dua kerangka manusia yang kini terkuak adalah bukti bahwa dampak kekacauan masih terasa hingga hari ini.
“Gedung diduga terbakar saat kerusuhan,”
jelas Susatyo. Kini, polisi mencoba mengungkap hubungan antara data laporan hilang dan temuan ini, seperti puzzle yang belum lengkap.
Terlepas dari progres penyelidikan, keberadaan dua korban yang belum ditemukan masih menjadi pertanyaan besar. Dengan kata lain, misteri Kwitang belum usai. Apakah ada yang terlewat dalam pengungkapan? Apakah dua kerangka ini bisa menjadi kunci untuk memperjelas peristiwa yang terjadi di tengah kekacauan? Semua jawaban tergantung pada hasil pemeriksaan forensik yang sedang berlangsung. Yang jelas, kisah ini akan terus menginspirasi penelusuran lebih jauh.