detiknews
  • Home
  • Berita
  • Jabodetabek
  • Internasional
  • Hukum
  • Kolom
  • Blak blakan
  • Pro Kontra
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  1. Home
  2. Berita
  3. Yang Dibahas: Penegasan Prabowo soal Desakan Tetapkan Bencana Nasional
Berita

Yang Dibahas: Penegasan Prabowo soal Desakan Tetapkan Bencana Nasional

admin Reporter Wednesday, 17 December 2025 pukul 02:01 WIB 4 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:

Saat Bencana Melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Prabowo Subianto Tegaskan:

“Negara Masih Bisa Mengendalikan!”

Sebuah bencana besar di Sumatera menggegerkan masyarakat, tapi Presiden Prabowo Subianto justru tampil dengan langkah tenang. Ia membuka suara di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), dengan penegasan bahwa pemerintah saat ini masih punya kapasitas untuk mengatasi dampak bencana di tiga provinsi tersebut.

“Jangan sampai kita terburu-buru menetapkan status darurat bencana nasional hanya karena ada pihak yang teriak-teriak,”

tegasnya. Tapi, apakah benar-benar situasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa dikendalikan? Mari kita simak lebih lanjut.

Mengapa Bencana Sumatera Tidak Perlu Status Darurat?

Prabowo menyampaikan bahwa meski bencana terjadi di tiga provinsi, kondisi di sana masih dalam batas terkendali.

“Ini tiga provinsi dari 38 provinsi di Indonesia, jadi tidak perlu panik,”

ujarnya. Ia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan kekuatan penuh untuk menangani situasi tersebut, termasuk bantuan logistik dan pengungsian. Tapi, mungkin ada yang berpikir, bagaimana bisa tiga provinsi yang terkena bencana terbesar di tahun ini masih dalam kondisi terkendali? Apakah kita benar-benar siap?

“Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, ya,”

Kutipan Prabowo ini mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak ingin menggambarkan bencana sebagai krisis besar yang mengganggu stabilitas nasional. Tapi, bagaimana caranya? Apakah karena kecepatan respons yang sudah efektif, atau mungkin karena perencanaan yang matang sejak awal? Kita akan tahu jawabannya di bagian selanjutnya.

Pemulihan Pasca Bencana: Dari Hunian Sementara ke Pemukiman Tetap

Pemulihan pasca bencana Sumatra bukan hanya soal bantuan sementara, tapi juga tentang perencanaan jangka panjang. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah sedang menyusun proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian tetap.

“Kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau Satgas, rehabilitasi dan rekonstruksi,”

ujarnya. Ada kejutan di sini: jumlah rumah yang akan dibangun mencapai 2.000 unit, yang bisa segera menjadi tempat tinggal permanen. Tapi, apakah masyarakat akan bisa menikmati hasilnya dalam waktu singkat?

“Bahkan mungkin saya dapat laporan dari Menteri Perumahan ya, mungkin mulai hari Minggu ini kita sudah mulai membangun 2.000 rumah. Kemungkinan rumah ini bisa langsung aja jadi rumah tetap, ya. Jadi, semua unsur juga nanti bekerja sama, ya. Jangan ada alasan cari lahan dan sebagainya. Pakai lahan milik negara yang ada,”

Kutipan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk mempercepat pemulihan. Ia tidak hanya menitipkan tugas ke lembaga terkait, tapi juga memberi arahan langsung kepada Menteri Perumahan. Jadi, jangan heran jika ada perubahan kebijakan atau penggunaan sumber daya yang lebih intens. Dengan lahan milik negara, termasuk konsesi hutan atau PTPN, bisa menjadi solusi yang cepat dan efisien.

Negara Hadir Melalui 50.000 Personel TNI-Polri dan Helikopter Terbang Setiap Hari

Prabowo juga memastikan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya terdengar, tapi benar-benar terlihat.

“Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. Itu setingkat 50 batalion sudah dikerahkan di daerah terdampak,”

ujarnya. Jumlah personel yang besar ini menjadi penanda bahwa pemerintah berkomitmen untuk menangani bencana secara serius. Tapi, ada satu pertanyaan: apakah kehadiran ini cukup untuk mengatasi semua tantangan, atau apakah masih ada kekurangan?

“Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja,”

Kata-kata Prabowo ini mungkin sengaja disampaikan untuk memberi penekanan bahwa negara tidak absen. Dukungan operasional dari 60 helikopter dan belasan pesawat yang terbang setiap hari juga menunjukkan bahwa pemerintah sedang bergerak cepat. Tapi, perlu diingat: keberhasilan penanganan bencana bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga koordinasi antar lembaga. Dengan pengalihan lahan milik negara, prabowo berharap langkah ini bisa menghindari hambatan yang bisa mengganggu kecepatan pemulihan.

APBN: Kekuatan Kunci untuk Memulihkan Negara

Prabowo menegaskan bahwa anggaran APBN tidak akan menjadi kendala untuk pemulihan pasca bencana.

“Anggaran ini kita siapkan karena memang uangnya ada. Dan uangnya ada karena justru pemerintah kita yang saya pimpin, di awal pemerintah kita, kita menghemat ratusan triliun,”

ujarnya. Angka 268 miliar Rupiah yang sudah masuk ke daerah terdampak juga menjadi bukti bahwa pemerintah sedang bergerak cepat. Tapi, apakah penghematan ini benar-benar membuat APBN mampu menopang segala kebutuhan, atau hanya langkah untuk menciptakan kesan tanggap?

Storytelling di balik penanganan bencana Sumatra ini menunjukkan bagaimana Prabowo mencoba menggambarkan kekuatan pemerintah dalam menghadapi krisis. Dengan H2 dan H3 yang menarik, blockquote yang jelas, serta alur cerita yang terstruktur, ia memberi gambaran bahwa bencana bukan akhir dari segalanya—tapi awal dari proses pemulihan yang membutuhkan kerja sama dan komitmen yang solid. Nah, bagi kita yang ingin tahu, keberhasilan ini akan menjadi pengujian nyata kinerja pemerintah saat ini.

Bagikan:

Berita Terkait

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

25 Dec 2025

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

25 Dec 2025

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

25 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

1

Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin

25 Oct 2025
2

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Pertama Sejak Juni

25 Oct 2025

Berita Terbaru

Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…

1 minggu yang lalu

Tersangka Ngaku Baru 2 Kali Sopiri Bus Cahaya Trans – Belum Paham J…

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Pramono Umumkan Besaran UMP Jakarta 2026 Hari Ini

1 minggu yang lalu

Agenda Utama: Prabowo Ratas di Hambalang, Bahas Pemulihan Bencana-K…

1 minggu yang lalu

Mantan Kadisdik Jambi Jadi Tersangka Korupsi DAK Rp 21,5 Miliar

1 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (110)
  • Internasional (6)

Tentang detikNews

Trending Post

  • Rencana Khusus: Berkaca dari Tsunami Aceh, Ini Pesan SBY untuk Pena…
  • Jawaban Kalem Jaksa Saat Sandra Dewi Minta Aset Dibalikin
  • Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot gegara Diserobot Saat Antre di SPBU Sumsel
  • Presiden Afrika Selatan Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Prabowo di Istana
  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

Quick Links

  • Berita
  • Blak blakan
  • Foto
  • Hukum
  • Infografis
  • Internasional
  • Jabodetabek
  • Kolom
  • Pro Kontra
  • Video

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • [email protected]

© 2026 detikNews. All rights reserved.