Mengapa Obama Masih Membuat Geger di Tengah Masa Pensiun?
Nah, gimana ceritanya? Tahun 2025, Obama yang sudah pensiun justru masih jadi bahan pembicaraan hangat, terutama soal kritiknya terhadap Trump. Bayangkan kalau kalian jadi pemimpin, tiba-tiba ada orang yang tiba-tiba menghujat kebijakanmu setiap hari, kayak bawa baju Halloween yang selalu berubah. Tapi nggak cuma itu, Obama juga menggambarkan situasi AS saat ini seperti satu film action yang terus memperlihatkan adegan kacau, tapi tanpa akhir yang jelas. Yang bikin menarik nih, Obama nggak hanya marah karena kebijakan Trump yang dianggap kacau, tapi juga karena ada beberapa hal yang bisa dibilang “konyol”. Contoh yang paling jelas? Dia bilang Trump memperbaiki Gedung Putih sementara pemerintahan federal sedang tutup. Bayangkan, seolah-olah Trump sedang membangun suatu hal yang penting, tapi pemerintahannya malah mogok. Apa iya itu benar? Kritik Obama ini disampaikan saat ia mendukung dua kandidat Demokrat, Abigail Spanberger dan Mikie Sherrill, di Virginia dan New Jersey. Ternyata, para pemimpin bisnis, firma hukum, dan universitas pun jadi terlibat, karena mereka “berlutut” demi menyenangkan Trump. Apa yang terjadi? Mungkin karena kebijakan Trump memang punya dampak besar, tapi cara menghadapinya terasa seperti mengorbankan keadilan demi kekuasaan. Obama nggak cuma mengeluh, tapi jelas menyampaikan pesan: “Pilihlah yang nggak kacau lagi!” Dia membandingkan setiap keputusan Trump dengan hari Halloween yang penuh dengan kejutan, tapi semuanya jadi “tipu muslihat” yang nggak ada kejutan menyenangkan. Itu artinya, kebijakan Trump itu malah membuat rakyat merasa selalu dalam tekanan. Dari sini, bisa dilihat bahwa Obama masih jadi suara yang bisa diandalkan untuk menyoroti kelemahan pemerintahan. Meski sudah pensiun, ia tetap aktif, karena dia tahu perubahan itu bisa terjadi hanya dengan satu keputusan tepat. Kritiknya pada Trump bukan sekadar nostalgia, tapi juga refleksi tentang bagaimana kebijakan jangka pendek bisa menghancurkan kepercayaan publik. Cerita ini bermula dari kecemasan publik terhadap masa depan AS, dan Obama jadi tokoh yang memperkuat kekhawatiran itu dengan cara yang berbeda. Nggak nyangka kan kalau mantan presiden bisa jadi penolong di tengah kegilaan pemerintahan saat ini? Mungkin itu yang membuatnya masih relevan, bahkan setelah 10 tahun menjabat.